Northmark
comparison
13 menit membaca

Yen Lemah 1 Dolar = 161 Yen, Siapa yang Menang? Perbandingan Kinerja Saham Domestik vs Saham AS [2026]

Juli 2026, lingkungan yen lemah di 1 dolar = 161 yen. Harus berinvestasi di saham Jepang atau saham AS? Perbandingan menyeluruh soal pajak, nilai tukar, dividen, dan riwayat kenaikan dividen. Dilengkapi kriteria keputusan praktis untuk pemula.

“Saints don’t live on Park Avenue.”
Photo by m. on Unsplash

1 USD to 161 JPY. Bagaimana Pelemahan Yen Ini Mempengaruhi Aset Anda

Sato (35 tahun), seorang karyawan perusahaan yang bekerja di Tokyo, memasuki tahun kedua program NISA barunya. Ia menabung Rp300.000 per bulan, namun nilai tukar dolar AS terhadap yen yang mencapai 161 yen per dolar AS pada Juli 2026 membuatnya pusing. Di satu sisi, ia mendengar "S&P 500 adalah yang terkuat", namun di sisi lain, semakin lemah yen, semakin besar risiko nilai tukar saham AS. Saham berdividen tinggi Jepang juga tampak menarik, tetapi mana yang harus dipilih?

Kesimpulannya, pasar yang harus dipilih bergantung pada tujuan Anda. Dalam lingkungan yen lemah tahun 2026 (1 USD = 161 JPY, level pasar per 12 Juli 2026), jika Anda ingin memperoleh dividen stabil dalam yen tanpa mengambil risiko nilai tukar, saham Jepang cocok untuk Anda. Jika Anda mengutamakan kenaikan dividen jangka panjang dan diversifikasi global, saham AS lebih tepat. Artikel ini membandingkan keduanya dari empat aspek: pajak, nilai tukar, riwayat kenaikan dividen, dan imbal hasil, serta memberikan pilihan yang sesuai dengan situasi Anda.

Kriteria Penilaian Artikel Ini

  • Jika Anda mengincar pendapatan dividen dalam yen tanpa risiko nilai tukar di lingkungan yen lemah (1 USD = 161 JPY), pilih saham Jepang (saham berdividen tinggi)
  • Jika Anda mengutamakan riwayat kenaikan dividen jangka panjang dan diversifikasi global serta dapat menerima fluktuasi nilai tukar, pilih saham AS (ETF dividen tinggi)
  • Jika Anda ingin memulai dengan jumlah kecil, memanfaatkan kerangka investasi cicilan NISA baru adalah langkah pertama dengan risiko terendah

Artikel ini akan membahas lima poin berikut secara rinci:

  1. Dampak lingkungan yen lemah tahun 2026 terhadap saham Jepang dan AS
  2. Perbedaan pajak (pemotongan sumber, pajak ganda, jebakan NISA)
  3. Perbandingan imbal hasil dividen dan riwayat kenaikan dividen
  4. Dampak nyata risiko nilai tukar
  5. Cara menemukan pilihan yang sesuai dengan Anda

2026年的日元贬值环境:对日本股票和美国股票,哪个更有利?

2026年7月,美元兑日元汇率维持在161日元水平。这一水平对日本股票和美国股票的表现产生不同影响。

日元贬值对日本股票的影响

日元贬值会推高出口企业(如丰田、本田、基恩士等)的业绩。由于海外销售额以日元换算后增加,在财报发布时,“日元贬值优势”会显现出来。

识别日元贬值受益股的4个条件(来源:ATPAGES,2026年):

  1. 海外销售额占比高(50%以上)
  2. 生产基地以国内为主(成本以日元计价)
  3. 竞争对手为海外企业(价格竞争力提升)
  4. 股息派发率稳定

例如,在丰田汽车2026年3月期财报中,据估算,日元兑美元每贬值1日元,营业利润将增加约450亿日元。

日元贬值对美国股票的影响

投资美国股票时,日元贬值会带来双重效应

  • 正面:美元计价资产的日元换算额增加(汇兑收益)
  • 负面:虽然股息换算成日元后增加,但始终面临汇率波动风险

在2026年的市场环境(来源:空闲时间的投资设计室,2026年1月)中,全球经济呈“再加速”趋势,美国股票的成长预期仍然较高,但汇率波动会显著影响回报。

Tembok Pajak: Saham Jepang vs Saham AS, Mana yang Lebih Menguntungkan dari Segi Penerimaan Bersih?

Pajak merupakan faktor yang secara signifikan mengubah imbal hasil riil investasi. Khususnya, saham AS memiliki masalah pengenaan pajak ganda.

Pajak Saham Jepang

  • Dividen: 20,315% (Pajak Penghasilan 15% + Pajak Rekonstruksi Khusus 0,315% + Pajak Daerah 5%)
  • Keuntungan Modal: 20,315%
  • Rekening NISA: Bebas pajak (baik dividen maupun keuntungan modal)

Pajak Saham AS

  • Pemotongan Pajak AS: 10% dari dividen (dikurangi berdasarkan perjanjian pajak Jepang-AS)
  • Pajak di Jepang: 20,315% dari sisa 90%
  • Tarif Efektif: Sekitar 28,3% (10% + 90% × 20,315%)
  • Rekening NISA: Pemotongan pajak AS sebesar 10% tidak dibebaskan (NISA hanya membebaskan pajak Jepang)

Perbandingan dengan Contoh Konkret

ItemSaham Jepang (Dividen ¥1.000.000)Saham AS (Dividen ¥1.000.000)
Dividen Sebelum Pajak¥1.000.000¥1.000.000
Pemotongan Pajak AS (10%)¥0¥100.000
Pajak Jepang (20,315%)¥203.150¥182.835 (¥900.000 × 20,315%)
Penerimaan Bersih¥796.850¥717.165
SelisihSekitar ¥80.000 lebih sedikit

Sumber: Perhitungan berdasarkan analisis blog saham AS milik Taro Dividen (8 Juli 2026).

Poin Penting: Dividen saham AS menghasilkan penerimaan bersih sekitar 8% lebih rendah dibandingkan saham Jepang akibat pajak ganda. Namun, pada saham dengan tingkat kenaikan dividen yang tinggi, perbedaan ini berpotensi teratasi dalam jangka panjang.

Hasil Dividen dan Riwayat Kenaikan Dividen: Mana yang Lebih Cocok untuk "Hidup dari Dividen"?

Saat menargetkan hidup dari dividen, tidak hanya imbal hasil sederhana yang penting, tetapi juga keberlanjutan kenaikan dividen.

Saham Berdividen Tinggi Jepang

Per Juli 2026, rata-rata imbal hasil dividen saham berdividen tinggi Jepang berkisar antara 3–5%.

SahamImbal Hasil Dividen (Perkiraan 2026)Riwayat Kenaikan Dividen (5 Tahun Terakhir)
Japan Tobacco (JT)Sekitar 5,5%Dividen stabil (cenderung naik)
NTTSekitar 4,0%Dividen stabil
KDDISekitar 4,5%Kenaikan dividen berkelanjutan
Mitsubishi UFJ Financial GroupSekitar 4,0%Cenderung naik

Sumber: Informasi IR masing-masing perusahaan, perkiraan pasar per Juli 2026.

ETF Dividen Tinggi AS

Berikut adalah imbal hasil ETF dividen tinggi AS yang representatif:

ETFImbal Hasil Dividen (2026)Riwayat Kenaikan Dividen (10 Tahun Terakhir)
VYM (Vanguard High Dividend Yield ETF)Sekitar 2,8%Kenaikan 6–8% per tahun
SPYD (SPDR Portfolio High Dividend ETF)Sekitar 4,5%Bervariasi
SCHD (Schwab U.S. Dividend Equity ETF)Sekitar 3,5%Kenaikan lebih dari 10% per tahun

Sumber: Situs resmi masing-masing ETF, per Juli 2026.

Perbedaan dari Segi Riwayat Kenaikan Dividen

Kelebihan saham AS terletak pada riwayat kenaikan dividen jangka panjang. Misalnya, Coca-Cola telah menaikkan dividen selama lebih dari 60 tahun berturut-turut, dan Procter & Gamble juga mencatatkan kenaikan dividen selama lebih dari 60 tahun berturut-turut. Di Jepang, jumlah saham yang menaikkan dividen juga meningkat, namun riwayatnya belum selama di AS.

Mana yang Cocok untuk Hidup dari Dividen?

  • Cocok untuk saham Jepang: Tidak ingin mengambil risiko nilai tukar, ingin menerima dividen dalam yen secara pasti setiap bulan/tahun, ingin memaksimalkan kuota bebas pajak NISA
  • Cocok untuk saham AS: Menargetkan pembentukan aset jangka panjang, mengutamakan pertumbuhan dividen melalui kenaikan dividen, mampu melihat fluktuasi nilai tukar sebagai peluang, bukan risiko

Dampak Nyata Risiko Nilai Tukar: Apakah Saham AS Lebih Menguntungkan Jika Yen Terus Melemah?

Dampak Nyata Risiko Nilai Tukar: Apakah Saham AS Lebih Menguntungkan Jika Yen Terus Melemah?

Level 1 dolar = 161 yen pada Juli 2026 merupakan zona pelemahan yen jika dilihat dari 10 tahun terakhir. Dalam lingkungan ini, bagaimana seharusnya kita mengevaluasi risiko nilai tukar dalam investasi saham AS?

Simulasi Dampak Nilai Tukar

Asumsikan investasi sebesar 1 juta yen pada saham AS (ETF yang melacak S&P 500).

SkenarioNilai TukarImbal Hasil Saham (Tahunan)Imbal Hasil dalam Yen
Pelemahan Yen Berlanjut1 dolar = 170 yen (+5,6%)5%Sekitar 10,6%
Status Quo1 dolar = 161 yen (±0%)5%Sekitar 5%
Penguatan Yen Berlanjut1 dolar = 140 yen (-13%)5%Sekitar -8%

Sumber: Dihitung berdasarkan analisis Wealther Blog (21 Mei 2026).

Yang terpenting, fluktuasi nilai tukar berpotensi melebihi imbal hasil saham. Pada fase pelemahan yen seperti tahun 2026, saham AS tampak lebih menguntungkan. Namun, secara historis, yen pernah menguat hingga level 1 dolar = 75 yen (tahun 2011).

Cara Mengurangi Risiko Nilai Tukar

  1. Pilih ETF dengan lindung nilai (hedge) nilai tukar: Misalnya, "iShares Saham AS (dengan Lindung Nilai)". Namun, terdapat biaya lindung nilai.
  2. Gunakan metode dollar-cost averaging (DCA) untuk investasi berkala: Dapat meratakan fluktuasi nilai tukar.
  3. Diversifikasi antara saham Jepang dan saham AS: Dengan berinvestasi di keduanya, risiko nilai tukar dapat didiversifikasi.

Perbandingan Mendalam: Saham Jepang vs Saham AS (Edisi 2026)

Item PerbandinganSaham JepangSaham AS
Rata-rata Imbal Hasil Dividen3–5%2,8–4,5% (ETF)
Rekam Jejak Kenaikan DividenCenderung stabil (riwayat pendek)Kenaikan dividen jangka panjang (banyak emiten dengan riwayat >60 tahun)
Pajak (Dividen)20,315% (Bebas pajak jika menggunakan NISA)Sekitar 28,3% (pajak ganda)
Risiko Nilai TukarTidak ada (denominasi Yen)Ada (denominasi Dolar AS)
Objek Bebas Pajak NISADividen dan capital gain bebas pajakDividen dikenakan pajak pemotongan AS 10% yang tidak dibebaskan
Pertumbuhan (10 tahun terakhir)Nikkei: sekitar 2x lipatS&P500: sekitar 3x lipat
Efek DiversifikasiTerkait dengan ekonomi domestikTerkait dengan ekonomi global (perusahaan AS bersifat global)
Cocok untuk PemulaMudah melalui sekuritas domestikPerlu pemahaman tentang nilai tukar

Sumber: Data pasar masing-masing, analisis dari blog saham AS Dividen Taro (8 Juli 2026), dan veleta (18 Februari 2026) yang dikompilasi.

Siapa yang Harus Memilih yang Mana

  • Yang harus memilih saham Jepang: Mereka yang perlu membiayai biaya hidup dalam Yen, khawatir terhadap fluktuasi nilai tukar, ingin memaksimalkan kuota bebas pajak NISA, dan ingin menerima dividen secara pasti
  • Yang harus memilih saham AS: Mereka yang menargetkan pembentukan aset jangka panjang (10 tahun atau lebih), mengutamakan pertumbuhan dividen melalui kenaikan dividen, dapat mentolerir fluktuasi nilai tukar, dan ingin secara alami mewujudkan diversifikasi global

Langkah Praktis: Memulai dengan Modal Kecil

Langkah 1: Tentukan Tujuan dengan Jelas

  • Apakah Anda menargetkan "pendapatan dividen" atau "pertumbuhan aset"?
  • Berapa lama jangka waktu investasi: 5 tahun atau 20 tahun?
  • Apakah Anda siap menanggung risiko nilai tukar?

Langkah 2: Buka Rekening

Untuk membeli saham Jepang, gunakan sekuritas online domestik (seperti SBI Securities, Rakuten Securities, Monex Securities). Untuk membeli saham AS, pilih rekening di perusahaan sekuritas domestik yang sama yang mendukung perdagangan saham AS.

Langkah 3: Mulai dengan Modal Kecil

Manfaatkan kerangka investasi akumulasi NISA Baru (hingga ¥1,2 juta per tahun) untuk memulai investasi terdiversifikasi dengan modal kecil. Misalnya, Anda bisa memulai dengan ¥10.000 per bulan.

Langkah 4: Evaluasi Secara Berkala

Setiap enam bulan, periksa perkembangan dividen dan nilai tukar, lalu sesuaikan portofolio Anda sesuai kebutuhan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q1: Sampai kapan pelemahan yen pada tahun 2026 akan berlangsung?

Tidak dapat diprediksi. Per Juli 2026, nilai tukar berada di 161 yen per dolar AS, namun di masa lalu pernah terjadi penguatan yen hingga 75 yen. Hindari investasi berdasarkan prediksi nilai tukar dan utamakan diversifikasi investasi.

Q2: Apakah boleh berinvestasi di saham Jepang dan saham AS sekaligus?

Ya. Bahkan sangat disarankan. Dengan melakukan diversifikasi pada keduanya, Anda dapat mengurangi risiko nilai tukar dan risiko ekonomi domestik secara bersamaan. Misalnya, alokasikan 60% saham Jepang dan 40% saham AS, atau sesuaikan dengan toleransi risiko Anda masing-masing.

Q3: Jika membeli saham AS melalui NISA, bagaimana perpajakannya?

Di rekening NISA, pajak Jepang (20,315%) dibebaskan, namun pemotongan pajak sumber AS (10%) tetap berlaku. Artinya, 10% dari dividen pasti akan dipotong oleh pemerintah AS.

Q4: Berapa modal yang dibutuhkan untuk hidup dari dividen?

Untuk mendapatkan dividen Rp10 juta per bulan, dengan imbal hasil 4% Anda membutuhkan modal sekitar Rp3 miliar. Dengan saham berdividen tinggi Jepang, modal Rp3 miliar dapat menghasilkan dividen tahunan Rp120 juta (Rp10 juta per bulan). Namun, perlu mempertimbangkan pajak dan fluktuasi nilai tukar.

Q5: Saham apa yang direkomendasikan untuk pemula?

Untuk saham Jepang, disarankan "ETF saham dividen tinggi" yang memiliki rekam jejak dividen stabil (misalnya ETF yang mengikuti Indeks Saham Dividen Tinggi Nikkei). Untuk saham AS, ETF dividen tinggi seperti VYM atau SPYD yang terdiversifikasi dengan baik cocok untuk pemula.

Q6: Bagaimana dengan ETF saham AS yang dilindungi nilai tukar?

Efektif jika ingin menekan risiko nilai tukar, namun ada biaya lindung nilai (sekitar 0,5–1% per tahun). Dalam investasi jangka panjang, biaya ini akan terakumulasi, sehingga jika Anda dapat menerima risiko nilai tukar, ETF tanpa lindung nilai cenderung memberikan total return yang lebih tinggi.

Q7: Pada tahun 2026, mana yang berkinerja lebih baik, saham Jepang atau saham AS?

Pada semester pertama 2026, saham Jepang (Nikkei 225) naik sekitar 5%, sedangkan saham AS (S&P 500) naik sekitar 8%, sehingga saham AS sedikit lebih unggul. Namun, ini adalah data historis dan tidak menjamin kinerja di masa depan.

Kesimpulan: Keputusan Sato

Setelah membaca artikel ini, Sato mengambil keputusan: "Saya akan memulai dengan kerangka investasi NISA baru, membagi rata antara ETF dividen tinggi saham Jepang dan ETF dividen tinggi saham AS. Daripada menghindari risiko nilai tukar secara total, lebih realistis untuk menyeimbangkan dengan diversifikasi di kedua pasar."

Pada hari yang sama, ia membuka akun NISA baru di SBI Securities dan menetapkan investasi rutin sebesar 30.000 yen per bulan. Masing-masing 15.000 yen untuk ETF saham Jepang (terkait indeks dividen tinggi Nikkei) dan 15.000 yen untuk ETF saham AS (VYM). Tidak terlalu khawatir dengan fluktuasi nilai tukar, fokus pada pertumbuhan dividen jangka panjang — itulah jalan yang ia pilih.

Anda pun bisa memulai dari jumlah kecil hari ini. Kerangka investasi NISA baru memungkinkan Anda mengelola hingga 1,2 juta yen per tahun bebas pajak. Mulailah dengan membuka akun di perusahaan sekuritas dan berinvestasi mulai dari 10.000 yen per bulan.

Peringatan Risiko: Investasi tidak dijamin pokoknya, dan kerugian dapat terjadi akibat fluktuasi harga saham. Saham asing mengandung risiko nilai tukar. Dividen dapat berubah tergantung kinerja perusahaan dan tidak dijamin. Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Anda sendiri.

Metodologi: Tinjauan ini mengagregasi data yang tersedia untuk umum dari halaman resmi broker, daftar publik regulator, dan agregator ulasan independen yang diverifikasi pada 12 Juli 2026. Tim redaksi belum melakukan perdagangan langsung di broker yang diulas. Untuk protokol pengujian langsung kami saat diterapkan, lihat metodologi kami.

Pengungkapan afiliasi: Beberapa tautan adalah tautan afiliasi — kami dapat menerima kompensasi tanpa biaya tambahan bagi Anda. Kompensasi tidak memengaruhi peringkat broker; lihat kebijakan editorial kami.

FAQ

Sampai kapan yen lemah di 2026?

Tidak bisa diprediksi. Per Juli 2026, 1 dolar = 161 yen, namun di masa lalu pernah terjadi penguatan yen hingga 75 yen. Hindari investasi berdasarkan prediksi nilai tukar, dan utamakan diversifikasi.

Apakah boleh berinvestasi di saham Jepang dan AS sekaligus?

Ya, bahkan disarankan. Diversifikasi ke keduanya dapat mengurangi risiko nilai tukar dan risiko ekonomi domestik secara bersamaan. Misalnya, alokasi 60% saham Jepang dan 40% saham AS, sesuaikan dengan toleransi risiko Anda.

Jika membeli saham AS lewat NISA, bagaimana pajaknya?

Di rekening NISA, pajak Jepang (20,315%) dibebaskan, tetapi pajak pemotongan AS (10%) tetap dikenakan. Artinya, 10% dari dividen pasti dipotong oleh AS.

Berapa modal yang dibutuhkan untuk hidup dari dividen?

Untuk mendapatkan dividen Rp10 juta per bulan, dengan imbal hasil 4% diperlukan modal sekitar Rp3 miliar. Saham berdividen tinggi Jepang dengan modal Rp3 miliar dapat memberikan dividen Rp120 juta per tahun (Rp10 juta per bulan). Namun, perlu mempertimbangkan pajak dan fluktuasi nilai tukar.

Rekomendasi saham untuk pemula?

Untuk saham Jepang, ETF dividen tinggi dengan riwayat stabil (misal ETF yang mengikuti Indeks Dividen Tinggi Nikkei) disarankan. Untuk saham AS, ETF dividen tinggi seperti VYM atau SPYD yang terdiversifikasi cocok untuk pemula.

Bagaimana dengan ETF saham AS yang dilindungi nilai tukar (hedged)?

Efektif jika ingin mengurangi risiko nilai tukar, namun ada biaya lindung nilai (sekitar 0,5–1% per tahun). Untuk investasi jangka panjang, biaya ini menumpuk, sehingga jika Anda bisa menerima risiko nilai tukar, ETF tanpa lindung nilai cenderung memberikan total return lebih tinggi.

Di tahun 2026, mana yang kinerjanya lebih baik, saham Jepang atau saham AS?

Pada semester I 2026, saham Jepang (Nikkei) naik sekitar 5%, sedangkan saham AS (S&P 500) naik sekitar 8%, sehingga saham AS sedikit unggul. Namun, ini adalah kinerja masa lalu dan tidak menjamin kinerja di masa depan.

Sumber & Verifikasi

Artikel ini telah diperiksa faktanya pada 2026-07-12. Klaim-klaim utama:


Foto oleh m. di Unsplash

Tag
#saham Jepang#saham AS#yen lemah#perbandingan investasi#2026#dividen

Artikel terkait