Northmark
Tours
10 menit membaca

Kanazawa: Alternatif Kyoto Tanpa Keramaian — Kenrokuen, Samurai, Makanan Laut

Rencanakan perjalanan ke Kanazawa: Taman Kenrokuen, kawasan samurai & geisha, makanan laut Omicho. Kompak, mudah dijelajahi dengan berjalan kaki, dapat dicapai dengan Hokuriku Shinkansen. Bandingkan biaya & tips.

Terverifikasi fakta · Terakhir diperiksa 12 Agustus 2026

Pengungkapan iklan: Situs ini berisi tautan afiliasi. Kami dapat menerima komisi saat Anda membuka rekening, mendaftar, memesan, atau membeli melalui tautan. Kami bukan agen atau perantara penyedia mana pun dan tidak terlibat dalam proses kontrak. Peringkat tidak dipengaruhi komisi. Pelajari lebih lanjut

Kanazawa, Japan.
Photo by Antonio Prado on Unsplash

Kanazawa menawarkan distrik samurai dan geisha yang terpelihara, salah satu dari tiga taman terbaik di Jepang (Kenrokuen), serta makanan laut segar tanpa masalah pengelolaan kerumunan seperti di Kyoto. Kota ini kompak, mudah dijelajahi dengan berjalan kaki, dan dapat diakses melalui Hokuriku Shinkansen—menjadikannya tambahan praktis selama 1-2 malam untuk banyak rencana perjalanan ke Jepang. Namun, Kanazawa lebih kecil dan lebih tenang dibandingkan Kyoto, yang cocok bagi sebagian wisatawan namun mungkin membosankan bagi lainnya. Berikut adalah panduan untuk memutuskan, memperkirakan biaya, dan merencanakan kunjungan Anda.

Mengapa Kanazawa Berbeda dalam Perencanaan

Berbeda dengan Kyoto, di mana Anda mungkin harus antre berjam-jam di Kinkaku-ji atau menghindari rombongan turis di lorong-lorong sempit Higashiyama, Kanazawa menyebarkan daya tarik utamanya di area inti yang mudah ditempuh dengan berjalan kaki. Kota ini lolos dari pengeboman Perang Dunia II, sehingga melestarikan seluruh distrik rumah kota kayu dan rumah teh (teahouse). Anda dapat berjalan dari Kenrokuen menuju kastil, lalu ke distrik geisha Higashi Chaya, dalam waktu kurang dari 30 menit. Kemudahan berjalan kaki inilah perbedaan kunci dalam perencanaan — Anda tidak memerlukan tiket bus atau taksi untuk mengunjungi sebagian besar objek wisata.

man and woman under umbrella

Mengapa Kanazawa berbeda dalam perencanaan — Foto oleh Kei Nakada di Unsplash

Perbedaan lainnya terletak pada kuliner. Pasar Omicho, dengan lebih dari 200 pedagang, merupakan jantung gastronomi kota ini — sebuah pasar beratap di mana Anda dapat menikmati makanan laut segar di kios-kios kecil. Ini adalah pasar yang beroperasi aktif, bukan sekadar atraksi wisata, sehingga tutup lebih awal (sekitar pukul 17.00) dan paling ramai sebelum siang hari. Rencanakan kunjungan Anda ke pasar pada pagi hari, bukan malam hari.

Taman Kenrokuen: Salah Satu dari Tiga Taman Terbesar di Jepang

Kenrokuen merupakan salah satu dari "Tiga Taman Besar" di Jepang (bersama dengan Kairaku-en di Mito dan Koraku-en di Okayama). Awalnya, taman ini berfungsi sebagai taman luar Kastil Kanazawa, dan hal tersebut tercermin dalam tata letaknya yang memanfaatkan kolam, aliran sungai, serta penanaman tanaman musiman untuk menciptakan lanskap yang dapat dinikmati dengan berjalan kaki selama berjam-jam. Taman ini buka sepanjang tahun, dengan karakter yang berubah setiap musimnya: bunga sakura di musim semi, azalea dan iris di awal musim panas, warna-warni musim gugur, serta yukitsuri (tali salju) yang terkenal di musim dingin untuk melindungi cabang-cabang pohon.

a pond with a waterfall in the middle of it

Taman Kenrokuen: Salah Satu dari Tiga Taman Terbesar di Jepang — Foto oleh Yu di Unsplash

Berdasarkan informasi pariwisata resmi Kanazawa, Kenrokuen buka dari pukul 07.00 hingga 18.00 (jam operasional bervariasi tergantung musim), dengan biaya masuk sebesar 320 yen untuk dewasa. Harga ini sangat terjangkau dibandingkan dengan banyak taman di Kyoto. Sisihkan waktu setidaknya dua jam untuk menempuh seluruh rute berjalan di taman ini.

Distrik Samurai dan Geisha: Tempat Sejarah Tetap Hidup

Nagamachi adalah distrik samurai, di mana Anda dapat berjalan menyusuri tembok tanah dan lorong-lorong sempit yang dulunya menjadi tempat tinggal para pengikut klan Maeda. Rumah Samurai Nomura adalah sebuah hunian yang telah dipugar lengkap dengan taman kecil, dan layak dikunjungi dengan biaya masuk 550 yen untuk melihat bagaimana kehidupan seorang samurai berpangkat menengah. Distrik ini cukup kompak — Anda dapat menjelajahinya dalam satu jam, namun waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada sore hari ketika cahaya matahari terlihat lembut.

Sebuah restoran Tiongkok yang diterangi cahaya redup dan menonjol di jalanan malam yang gelap

Distrik Samurai dan Geisha: Tempat Sejarah Tetap Hidup — Foto oleh Yuya Yoshioka di Unsplash

Higashi Chaya adalah distrik geisha, yang memiliki dua jalan berisi rumah-rumah teh yang terpelihara dengan baik. Beberapa di antaranya masih beroperasi, dan Anda dapat mengunjungi beberapa yang terbuka untuk umum, seperti Rumah Teh Shima (biaya masuk 400 yen). Kawasan ini juga terkenal dengan daun emasnya — Kanazawa memproduksi hampir seluruh daun emas di Jepang, dan Anda akan menemukannya hiasan pada permen, kerajinan tangan, hingga es krim. Untuk pengalaman langsung, Anda dapat mencoba aplikasi daun emas di sebuah bengkel kerja, namun pastikan untuk memesan terlebih dahulu.

Pasar Omicho: Identitas Makanan Laut

Pasar Omicho adalah jawaban Kanazawa bagi Toyosu di Tokyo—namun dengan kerumunan yang jauh lebih sedikit. Ini merupakan pasar beratap dengan deretan pedagang yang menjual ikan segar, kerang-kerangan, dan hasil bumi lokal. Identitas kuliner utamanya adalah makanan laut dari Laut Jepang: kepiting di musim dingin, ikan kuning (yellowtail), serta berbagai jenis sushi dan sashimi. Anda dapat menyantap hidangan di kios berdiri atau konter duduk berukuran mungil, namun banyak yang tutup pada pukul 14.00, jadi datanglah lebih awal.

Sarapan khas berupa sushi segar atau mangkuk makanan laut (kaisen-don) biasanya berkisar antara 1.000–2.000 yen, tergantung pada toppingnya. Bandingkan hal ini dengan Pasar Luar Tsukiji di Tokyo, di mana mangkuk serupa sering kali melebihi 3.000 yen. Pasar ini juga merupakan tempat yang tepat untuk membeli oleh-oleh khas lokal seperti jibuni (semur bebek) atau permen berlapis emas.

Cara Menuju ke Sana dan Berapa Lama Harus Tinggal

Kanazawa terletak di jalur Hokuriku Shinkansen, sekitar 2,5 jam dari Stasiun Tokyo. Jalur ini beroperasi dari Tokyo melalui Nagano dan Toyama hingga ke Kanazawa, dengan kereta tercepat (Kagayaki) yang menempuh perjalanan sekitar 2 jam 30 menit. Dari Kyoto atau Osaka, Anda perlu melakukan transit di Tsuruga (untuk kereta terbatas Thunderbird) atau menggunakan bus — perjalanan ini memakan waktu sekitar 3,5 hingga 4 jam. Kota ini juga merupakan salah satu pemberhentian dalam Hokuriku Arch Pass, yang mencakup perjalanan dari Tokyo ke Kansai via Kanazawa.

Bagi sebagian besar wisatawan, menginap selama 1–2 malam sudah cukup untuk melihat daya tarik utamanya: satu hari penuh untuk mengunjungi Kenrokuen, kastil, dan distrik-distrik bersejarah, ditambah satu pagi hari untuk menjelajahi pasar. Jika Anda ingin menambahkan perjalanan sehari ke Shirakawa-go (situs Warisan Dunia UNESCO dengan rumah pertanian bergaya gassho-zukuri), Anda memerlukan minimal 2 malam menginap. Shirakawa-go berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan menggunakan bus dari Kanazawa, dan tiket bus dapat dipesan secara online.

Siapa yang sebaiknya melewatkan Kanazawa

Kanazawa bukan destinasi untuk semua orang. Jika Anda hanya memiliki waktu 5 hari di Jepang dan ingin mengunjungi Tokyo, Kyoto, serta Hiroshima, menambahkan Kanazawa akan membuat jadwal perjalanan Anda terlalu padat. Kota ini juga kurang ramai pada malam hari—aktivitas mulai sepi setelah pukul 20.00, dan hampir tidak ada kehidupan malam yang signifikan. Jika Anda mencari basis untuk melakukan perjalanan sehari ke Pegunungan Alpen Jepang, Takayama merupakan pilihan yang lebih tepat. Selain itu, jika anggaran Anda terbatas, perlu dicatat bahwa harga hotel di Kanazawa tidak jauh lebih murah dibandingkan di Kyoto; penghematan utamanya berasal dari minimnya kerumunan wisatawan, bukan dari tarif kamar.

Perbandingan biaya: Kanazawa vs. Kyoto

Untuk membantu Anda memutuskan, berikut adalah perbandingan cepat biaya tipikal (per orang, per Agustus 2026, berdasarkan data publik):

ItemKanazawaKyotoCatatan
Hotel (kelas menengah, per malam)¥12.000–18.000¥15.000–25.000Harga di Kyoto melonjak lebih tinggi pada musim sakura
Tiket masuk Kenrokuen¥320Gratis (banyak kuil memungut biaya ¥400–600)Bandingkan dengan Kinkaku-ji seharga ¥500
Sarapan sushi di pasar¥1.500–2.500¥2.500–4.000 (Pasar Nishiki)Omicho lebih kecil namun tidak terlalu ramai
Perjalanan sehari ke situs UNESCO¥3.000–5.000 (bus ke Shirakawa-go)¥1.000–2.000 (kereta ke Nara)Shirakawa-go terletak lebih jauh dan lebih mahal
Skor kemudahan berjalan kakiTinggi (sebagian besar objek wisata dapat ditempuh dalam 30 menit jalan kaki)Sedang (perlu bus untuk mencapai beberapa kuil)Kanazawa lebih datar dan lebih kompak

Harga bersifat indikatif dan dapat bervariasi tergantung musim serta platform pemesanan. Selalu periksa tarif terkini di situs resmi atau situs pemesanan.

Kesalahan umum dan cara menghindarinya

  1. Melewatkan Pasar Omicho: Banyak pengunjung hanya fokus pada taman dan distrik sehingga melewatkan pasar ini. Datanglah lebih awal — sebelum pukul 10 pagi — untuk melihat para pedagang dalam suasana paling ramai dan menikmati sarapan seafood segar.
  2. Tidak memesan bus ke Shirakawa-go sebelumnya: Bus dari Kanazawa ke Shirakawa-go sangat populer dan cepat penuh, terutama pada musim gugur. Lakukan pemesanan secara daring setidaknya beberapa hari sebelumnya.
  3. Mengira Kanazawa sama seperti Kyoto: Kota ini lebih kecil dan lebih tenang. Jika Anda mengharapkan skala seperti Kyoto, Anda akan kecewa. Sesuaikan ekspektasi Anda dan nikmati ketenangannya.
  4. Mengunjungi Kenrokuen pada siang hari: Taman ini paling indah pada pagi hari atau sore menjelang malam, ketika cahaya lembut dan jumlah pengunjung lebih sedikit.
  5. Lupa bahwa banyak museum tutup pada hari Senin: Museum Seni Kontemporer Abad ke-21, sebagai daya tarik utama, tutup pada hari Senin (atau hari berikutnya jika hari Senin merupakan hari libur). Rencanakan kunjungan Anda sesuai dengan jadwal tersebut.

Tempat Menginap dan Cara Memesan

Kanazawa menawarkan berbagai pilihan akomodasi, mulai dari ryokan (penginapan tradisional) hingga hotel bisnis. Area yang paling nyaman adalah di sekitar Stasiun Kanazawa (untuk kemudahan transportasi) atau di kawasan Katamachi/Higashi Chaya (untuk suasana). Untuk pengalaman tradisional, pertimbangkan menginap di ryokan yang menyajikan makan malam kaiseki — namun pastikan untuk memesan jauh-jauh hari karena tempatnya cepat penuh.

Bandingkan harga untuk tanggal perjalanan Anda di Agoda atau Trip.com (gunakan fungsi pencarian untuk Kanazawa). Untuk tur dan aktivitas, seperti lokakarya daun emas atau wisata kuliner, kunjungi Klook atau GetYourGuide (kedua platform ini juga mencakup Kanazawa).

Kesimpulan Akhir

Kanazawa adalah pilihan tepat jika Anda menginginkan suasana Jepang kuno tanpa keramaian, dan jika Anda bersedia mengorbankan sedikit kehidupan malam serta skala kota demi kemudahan berjalan kaki dan ritme yang lebih santai. Destinasi ini ideal sebagai tambahan perjalanan selama 1-2 malam untuk itinerary Tokyo atau Kansai, terutama jika Anda menggunakan Hokuriku Arch Pass. Lewati kota ini jika waktu Anda terbatas atau jika Anda lebih menyukai kota yang ramai setelah gelap. Bagaimanapun, keputusannya jelas — dan kini Anda memiliki fakta untuk menentukannya.

Selalu periksa situs web resmi pariwisata Kanazawa untuk informasi terbaru mengenai jam operasional, harga, dan acara, karena hal-hal tersebut dapat berubah sesuai musim.

FAQ

Berapa hari yang dibutuhkan di Kanazawa?

Sebagian besar wisatawan merasa 1-2 malam sudah cukup. Dengan satu hari penuh, Anda dapat melihat Taman Kenrokuen, Istana Kanazawa, kawasan samurai Nagamachi, dan kawasan geisha Higashi Chaya. Tambahkan pagi hari untuk Pasar Omicho. Jika Anda berencana untuk perjalanan sehari ke Shirakawa-go, Anda perlu setidaknya dua malam.

Apakah Kanazawa layak dikunjungi sebagai pengganti Kyoto?

Kanazawa adalah alternatif yang baik jika Anda ingin kawasan bersejarah yang terawat dan taman terbaik tanpa keramaian Kyoto. Namun, Kanazawa lebih kecil dan lebih tenang. Jika Anda punya waktu, Anda bisa mengunjungi keduanya — keduanya terhubung dengan kereta melalui Tsuruga. Jika harus memilih, Kanazawa menawarkan pengalaman yang lebih santai, tetapi Kyoto memiliki lebih banyak kuil dan pusat bersejarah yang lebih besar.

Bagaimana cara menuju Kanazawa dari Tokyo?

Naik Hokuriku Shinkansen dari Stasiun Tokyo. Kereta tercepat (Kagayaki) memakan waktu sekitar 2 jam 30 menit. Perjalanan ini ditanggung oleh Japan Rail Pass (untuk saat ini) dan Hokuriku Arch Pass. Tiket dapat dipesan secara online atau di loket stasiun.

Untuk apa Kanazawa terkenal?

Kanazawa terkenal dengan Taman Kenrokuen (salah satu dari tiga taman terbaik di Jepang), kawasan samurai dan geisha yang terawat, serta makanan laut segar di Pasar Omicho. Kanazawa juga dikenal dengan produksi daun emas, yang dapat Anda lihat dalam kerajinan dan makanan.

Sources & Verification

Fact-checked on 2026-08-12:

Tag
#Kanazawa#wisata Jepang#Kenrokuen#Pasar Omicho#Hokuriku Shinkansen

Artikel terkait