Membeli Bitcoin umumnya dilakukan dengan membuka akun di bursa aset kripto, menyetor dana dalam bentuk Rupiah, dan menempatkan pesanan. Pada tahun 2026 ini, bursa utama di Indonesia memungkinkan pembukaan akun melalui aplikasi seluler hanya dalam hitungan menit, dengan berbagai metode penyiapan dana seperti transfer bank atau setoran di minimarket. Namun, mengingat Bitcoin memiliki volatilitas harga yang tinggi dan risiko kehilangan modal awal, sangat disarankan untuk memulai dengan jumlah kecil menggunakan dana berlebih. Artikel ini akan menguraikan langkah-langkah dasar mulai dari pembukaan akun hingga pembelian dan penyimpanan, serta poin-poin penting yang wajib diketahui oleh pemula.
Langkah 1: Memilih Bursa
Untuk membeli Bitcoin, langkah pertama adalah membuka akun di bursa aset kripto. Terdapat beberapa bursa di dalam negeri yang berbeda-beda dalam hal biaya transaksi, jenis koin yang ditawarkan, sistem keamanan, serta ketersediaan dukungan bahasa Indonesia. Bagi pemula, disarankan memilih bursa domestik yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) demi keamanan. Meskipun beberapa bursa memungkinkan pembukaan akun dalam waktu singkat bahkan pada hari yang sama, Anda tetap perlu menyiapkan dokumen verifikasi identitas.
Saat memilih bursa, bandingkan poin-poin berikut:
- Biaya transaksi (biaya maker/taker untuk perdagangan spot)
- Selisih harga (spread) antara layanan penjualan langsung dan bursa
- Metode deposit dan biaya penarikan dana
- Keamanan (autentikasi dua faktor, penyimpanan cold wallet, dll.)
- Layanan dukungan (responsivitas layanan pelanggan, ketersediaan bahasa Indonesia)
Persentase biaya dapat berubah sewaktu-waktu tergantung periode atau kampanye promosi, jadi pastikan untuk memeriksa informasi terbaru di situs web resmi.
Langkah 2: Pembukaan Akun dan Verifikasi Identitas
Ajukan pembukaan akun melalui situs web atau aplikasi bursa. Alur umumnya adalah sebagai berikut:
- Buat akun menggunakan alamat email atau nomor telepon
- Unggah dokumen verifikasi identitas (seperti SIM, Kartu MyNumber, dll.)
- Setelah tinjauan selesai, masuk dan aktifkan autentikasi dua faktor

Verifikasi identitas biasanya selesai dalam beberapa jam hingga beberapa hari, namun dapat memakan waktu lebih lama saat terjadi kepadatan. Setelah tinjauan selesai, Anda dapat melakukan deposit dalam Yen Jepang.
Langkah 3: Menyetor Yen Jepang
Metode utama untuk menyetor Yen Jepang ke bursa meliputi transfer bank, setoran di minimarket (konbini), dan setoran cepat (instant deposit). Transfer bank mungkin dikenakan biaya, sedangkan setoran di minimarket dapat dilakukan menggunakan uang tunai. Karena metode penyetoran dan biayanya bervariasi tergantung pada bursa, pastikan untuk memeriksanya terlebih dahulu.
Setelah dana masuk, Anda siap untuk melakukan pembelian.
Langkah 4: Membeli Bitcoin
Di bursa, Anda dapat membeli Bitcoin terutama melalui dua metode: "Penjual Langsung" (Sales Office) dan "Bursa" (Exchange).
- Penjual Langsung: Metode pembelian pada harga yang ditawarkan oleh bursa. Mudah bahkan bagi pemula, namun cenderung memiliki spread (selisih harga jual-beli) yang lebar.
- Bursa: Metode di mana transaksi dipertemukan antar pengguna. Memungkinkan penempatan order limit sambil melihat informasi order book, dan sering kali memiliki spread yang sempit, namun memerlukan keakraban dengan operasionalnya.
Saat melakukan pembelian, ajukan order "Beli Bitcoin" dalam Yen Jepang. Terdapat metode dengan menentukan jumlah unit dan metode dengan menentukan nominal nilai. Karena volatilitas harga yang tinggi, menetapkan harga target melalui order limit juga merupakan salah satu strategi yang efektif.
Langkah 5: Simpan dengan Aman
Bitcoin yang telah Anda beli dapat dibiarkan di dompet (wallet) bursa, namun mengingat risiko peretasan atau kebangkrutan bursa, metode "penyimpanan mandiri" (self-custody) sangat direkomendasikan. Untuk penyimpanan mandiri, tersedia pilihan dompet perangkat keras (seperti Ledger atau Trezor) dan dompet perangkat lunak (aplikasi ponsel).

Dompet perangkat keras dianggap memiliki keamanan tinggi karena mengelola kunci pribadi secara offline. Namun, jika kunci pribadi hilang, Anda tidak akan dapat mengakses Bitcoin Anda; oleh karena itu, pastikan untuk menyimpan cadangannya di tempat yang aman.
Hal yang Perlu Diperhatikan dan Risiko
Investasi Bitcoin memiliki risiko-risiko berikut:
- Risiko Volatilitas Harga: Harga Bitcoin dapat berfluktuasi secara signifikan dalam waktu singkat, berpotensi menyebabkan kerugian pokok investasi.
- Risiko Bursa: Jika bursa diretas atau mengalami kebangkrutan, aset yang disimpan di dalamnya berpotensi hilang.
- Risiko Regulasi: Perubahan regulasi di berbagai negara dapat membatasi aktivitas perdagangan.
- Pajak: Keuntungan dari penjualan Bitcoin dikenakan pajak sebagai "penghasilan lain-lain". Dalam beberapa kasus, Anda mungkin perlu melaporkan SPT Tahunan.
Selain itu, ketentuan mengenai kelayakan perdagangan dan sistem perpajakan bervariasi tergantung pada negara atau wilayah, sehingga pastikan untuk memeriksa aturan yang berlaku di negara tempat tinggal Anda.
Kesimpulan
Pembelian Bitcoin dimulai dengan pembukaan akun di bursa, diikuti oleh proses penyetoran dana, pemesanan, dan penyimpanan. Bagi pemula, sangat penting untuk memulai dengan jumlah kecil terlebih dahulu agar terbiasa dengan fitur-fitur yang ditawarkan oleh bursa. Selain itu, mengingat Bitcoin memiliki volatilitas harga yang tinggi, pastikan Anda hanya berinvestasi menggunakan dana menganggur dan selalu ambil keputusan secara mandiri atas tanggung jawab sendiri.
Jika Anda masih bingung dalam memilih bursa, silakan lihat juga perbandingan bursa aset kripto sebagai referensi.
Risiko dan Pengungkapan
Risiko: Aset kripto memiliki volatilitas harga yang tinggi dan berpotensi menyebabkan kerugian modal. Artikel ini merupakan penjelasan umum berdasarkan informasi per 2026-08-15, bukan merupakan ajakan investasi, nasihat keuangan, atau rekomendasi instrumen tertentu. Kelayakan transaksi dan peraturan perpajakan bervariasi antar negara/wilayah; oleh karena itu, pastikan untuk memeriksa regulasi di negara tempat tinggal Anda serta syarat terbaru dari masing-masing bursa sebelum memulai transaksi.
Pengungkapan Afiliasi: Artikel ini mungkin mengandung tautan iklan (afiliasi), di mana situs kami dapat menerima komisi tanpa biaya tambahan bagi pembaca. Komisi tersebut tidak memengaruhi isi evaluasi atau penilaian kami.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa saja yang diperlukan untuk membeli Bitcoin?
Untuk membeli Bitcoin, Anda perlu membuka akun di bursa aset kripto. Anda memerlukan dokumen identitas (seperti KTP atau SIM) dan rekening bank atau metode pembayaran lain untuk deposit Rupiah. Pembukaan akun bisa selesai dalam beberapa menit.
Di mana saya bisa membeli Bitcoin?
Anda dapat membeli Bitcoin di bursa aset kripto lokal seperti Indodax, Tokocrypto, atau Pintu. Setiap bursa memiliki biaya dan layanan yang berbeda, jadi bandingkan sebelum memilih.
Berapa biaya yang dikenakan untuk membeli Bitcoin?
Biaya bervariasi tergantung bursa dan metode pembelian (layanan jual-beli langsung atau order book). Untuk layanan jual-beli langsung, ada spread; untuk order book, ada biaya transaksi. Pastikan cek situs resmi masing-masing bursa untuk tarif yang akurat.
Bagaimana pajak untuk Bitcoin?
Di Indonesia, keuntungan dari penjualan Bitcoin dikenakan pajak sebagai penghasilan. Jika penghasilan Anda melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), Anda wajib melaporkan dalam SPT Tahunan. Tarif pajak mengikuti ketentuan yang berlaku. Konsultasikan dengan konsultan pajak atau cek informasi resmi dari Direktorat Jenderal Pajak.
Bagaimana cara menyimpan Bitcoin dengan aman?
Lebih aman untuk menyimpan Bitcoin di dompet pribadi (self-custody) daripada di bursa. Gunakan dompet perangkat keras (hardware wallet) atau dompet perangkat lunak (software wallet), dan simpan cadangan kunci privat Anda di tempat yang aman.
Artikel terkait
Pembukaan Rekening Bursa Aset Kripto 2026 | Dokumen yang Dibutuhkan dan Proses Verifikasi eKYC serta Cara Mengatasi Kendala
Pembukaan rekening bursa aset kripto tahun 2026 dilakukan dengan urutan: konfirmasi penyedia terdaftar → pembuatan akun → pengisian data pribadi → verifikasi identitas (eKYC) → peninjauan → aktivasi. Artikel ini menjelaskan secara netral dokumen yang diperlukan, kasus tercepat dalam 5 menit, serta poin-poin yang sering menjadi kendala.
Apa Itu Halving Bitcoin? Sejarah dan Mekanisme Jadwal Penerbitan hingga 2026
Halving Bitcoin adalah mekanisme yang mengurangi imbalan penambangan (mining reward) menjadi setengahnya setiap sekitar 4 tahun. Artikel ini menjelaskan sejarah dan mekanisme jadwal penerbitan Bitcoin secara netral tanpa prediksi harga, serta mencantumkan risiko untuk pemula.
Panduan 2026: Perbedaan dan Cara Memilih Exchange Kripto Domestik vs Luar Negeri
Bandingkan exchange kripto domestik dan luar negeri secara menyeluruh dari segi metode pendaftaran, dukungan Yen Jepang, jumlah aset yang diperdagangkan, dan risiko. Perkenalkan juga alasan pengguna pindah dan hal-hal yang perlu diperhatikan, serta jelaskan cara memilih exchange yang sesuai untuk Anda.
