NFT (Non-Fungible Token) adalah teknologi yang membuktikan kepemilikan atas "aset digital unik" di atas blockchain. Pada tahun 2026, NFT telah dimanfaatkan di berbagai bidang seperti seni digital, item permainan, dan keanggotaan eksklusif. Namun, membeli NFT tanpa memahami mekanisme dan risikonya secara benar dapat menyebabkan kerugian atau masalah yang tidak terduga. Artikel ini akan menjelaskan dasar-dasar standar NFT, metode penyimpanan, dan perdagangan sekunder, serta merangkum poin-poin penting yang wajib Anda periksa sebelum melakukan pembelian.
Cara Kerja NFT: Blockchain dan Smart Contract
NFT beroperasi di atas teknologi buku besar terdistribusi yang disebut blockchain. Di dalam blockchain, riwayat transaksi dicatat dengan cara yang sangat sulit dimanipulasi, dan siapa pun dapat memverifikasi riwayat tersebut. "Kepemilikan" atas sebuah NFT dikelola melalui informasi kepemilikan token yang tercatat di dalam buku besar ini.
Penerbitan dan perdagangan NFT memanfaatkan smart contract (program yang dieksekusi secara otomatis). Smart contract secara otomatis menjalankan transfer token atau pembayaran royalti sesuai dengan kondisi yang telah ditentukan sebelumnya, sehingga memungkinkan transaksi berlangsung tanpa perantara pihak ketiga. Namun, apabila terdapat cacat atau kerentanan pada smart contract, terdapat risiko kehilangan dana maupun NFT.
Standar NFT: ERC-721 dan ERC-1155
Sebagai standar NFT yang paling representatif, terdapat "ERC-721" dan "ERC-1155" di atas blockchain Ethereum. ERC-721 adalah standar di mana setiap token memiliki nilai unik tersendiri, sehingga sering digunakan untuk karya seni digital atau item koleksi langka. Di sisi lain, ERC-1155 adalah standar yang memungkinkan pengelolaan berbagai jenis token dalam satu kontrak, sehingga cocok untuk NFT yang diterbitkan dalam jumlah besar, seperti item dalam game.

Standar-standar ini memengaruhi kompatibilitas dan kemudahan perdagangan NFT. Saat melakukan pembelian, sangat penting untuk memeriksa di blockchain mana NFT tersebut diterbitkan dan standar apa yang dipatuhipnya. Jika blockchain berbeda, dompet atau bursa yang mendukungnya mungkin terbatas.
Penyimpanan NFT: Jenis Dompet dan Hal yang Perlu Diperhatikan
Untuk menyimpan NFT, Anda memerlukan dompet khusus aset kripto (mata uang virtual). Terdapat dua jenis dompet utama, yaitu "dompet panas" (hot wallet) yang disediakan oleh bursa perdagangan, dan "dompet dingin" (cold wallet) di mana Anda mengelola kunci pribadi (private key) secara mandiri. Meskipun dompet panas menawarkan kemudahan akses, dompet ini memiliki risiko peretasan. Sebaliknya, dompet dingin dikelola secara offline sehingga tingkat keamanannya lebih tinggi; namun, jika kunci pribadi hilang, Anda tidak akan dapat mengakses NFT tersebut.
Pengelolaan kunci pribadi merupakan aspek paling krusial dalam melindungi kepemilikan NFT. Membagikan kunci pribadi kepada pihak lain atau mempercayakannya pada layanan yang tidak terpercaya dapat berujung pada pencurian NFT. Selain itu, jika Anda tidak melakukan pencadangan (backup) dompet, kerusakan atau kehilangan perangkat dapat menyebabkan hilangnya NFT Anda. Pastikan untuk memahami mekanisme kerja dan risiko terkait dompet sebelum melakukan pembelian.
Perdagangan Sekunder: Jual Beli di Marketplace dan Biaya
NFT diperdagangkan secara sekunder di berbagai marketplace seperti OpenSea maupun platform domestik. Setiap transaksi jual beli dikenakan biaya yang bervariasi tergantung platform, meliputi biaya penjualan (selling fee) dan biaya gas (gas fee). Persentase biaya ini dapat berfluktuasi berdasarkan kebijakan platform dan waktu transaksi, sehingga disarankan untuk selalu memeriksa informasi terbaru di situs resmi masing-masing platform.
Dalam perdagangan sekunder, harga ditentukan oleh mekanisme permintaan dan penawaran, yang berarti aset dapat dijual dengan harga lebih rendah daripada harga beli awal. Selain itu, nilai NFT sangat dipengaruhi oleh kondisi operasional proyek dan tren pasar. Untuk aset dengan likuiditas rendah, proses penjualan mungkin membutuhkan waktu lebih lama. Jika Anda berniat membeli NFT untuk tujuan investasi, pastikan Anda telah memahami sepenuhnya risiko volatilitas harga dan mengambil keputusan atas tanggung jawab sendiri.
Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Membeli: Risiko dan Pajak
Sebelum membeli NFT, pastikan Anda memeriksa hal-hal berikut.

- Kredibilitas Proyek: Telusuri informasi penerbit, peta jalan (roadmap), dan rekam jejak tim pengembang. Waspadalah terhadap tim anonim dan iklan yang berlebihan.
- Audit Kontrak Pintar: Pastikan kontrak telah menjalani audit keamanan. Perlu diingat bahwa status "diaudit" tidak menjamin keamanan mutlak.
- Cakupan Hak: Membeli NFT tidak secara otomatis memberikan hak cipta atau hak penggunaan komersial. Selalu periksa syarat dan ketentuan penggunaannya.
- Pajak: Di Indonesia, keuntungan dari penjualan NFT dapat dikenakan pajak sebagai penghasilan lainnya. Karena tarif pajak dan metode pelaporan dapat berubah seiring amendemen undang-undang perpajakan, pastikan untuk mengonfirmasi aturan terbaru melalui konsultan pajak atau sumber resmi.
- Pemilihan Bursa: Bursa atau marketplace yang menangani NFT bervariasi dalam hal sistem keamanan, biaya transaksi, dan jenis aset yang ditawarkan. Untuk memilih layanan yang terpercaya, silakan merujuk pada perbandingan bursa aset kripto.
Kesimpulan
NFT adalah aset digital unik yang berbasis pada teknologi blockchain dan smart contract, sehingga memahami standar, metode penyimpanan, serta mekanisme perdagangan sekundernya sangatlah penting. Dalam proses pembelian, terdapat berbagai hal yang perlu diverifikasi, meliputi kredibilitas proyek, status audit smart contract, cakupan hak, aspek perpajakan, hingga pemilihan bursa transaksi. Harga NFT memiliki volatilitas tinggi dan berpotensi menimbulkan risiko kerugian modal. Pastikan untuk selalu memeriksa informasi terbaru melalui situs web resmi dan lakukan transaksi dengan tanggung jawab penuh atas keputusan Anda sendiri.
Risiko dan Pengungkapan
Risiko: Aset kripto memiliki volatilitas harga yang tinggi dan berpotensi menyebabkan kehilangan modal. Artikel ini merupakan penjelasan umum berdasarkan informasi per 2026-08-07, bukan berupa ajakan investasi, nasihat keuangan, atau rekomendasi instrumen tertentu. Kelayakan transaksi dan regulasi perpajakan bervariasi antar negara/wilayah; pastikan untuk memeriksa regulasi di negara domisili Anda serta ketentuan terbaru dari masing-masing bursa sebelum memulai transaksi.
Pengungkapan Afiliasi: Artikel ini mungkin mengandung tautan iklan (afiliasi) yang memungkinkan situs kami menerima komisi tanpa biaya tambahan bagi pembaca. Komisi tersebut tidak memengaruhi isi atau evaluasi dalam artikel ini.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu NFT?
NFT (Non-Fungible Token) adalah teknologi yang membuktikan kepemilikan aset digital unik di blockchain. Digunakan untuk seni digital, item game, dan lainnya, dengan kepemilikan tercatat dalam buku besar digital.
Apa saja yang perlu diperhatikan saat membeli NFT?
Periksa kredibilitas proyek, status audit smart contract, cakupan hak kepemilikan, pajak, dan keamanan platform jual-beli. Ingat juga ada risiko fluktuasi harga dan kerugian modal.
Bagaimana perlakuan pajak untuk NFT?
Di Indonesia, keuntungan dari penjualan NFT dapat dikenakan pajak sebagai penghasilan bruto. Tarif dan cara pelaporan dapat berubah sesuai peraturan terbaru, jadi selalu cek informasi resmi atau konsultasikan dengan konsultan pajak.
Artikel terkait
Apa Itu Trading Leverage Aset Kripto? Dasar Margin, Likuidasi, dan Margin Call di 2026
Penjelasan mekanisme trading leverage aset kripto dari sudut pandang margin, likuidasi, dan margin call. Diuraikan secara netral mengenai regulasi domestik dan risiko, serta rangkuman hal-hal yang perlu diperhatikan oleh pemula.
Cara Memesan Aset Kripto: Perbedaan dan Penggunaan Market Order, Limit Order, dan Stop Order (2026)
Panduan lengkap tentang mekanisme dan penggunaan market order, limit order, dan stop order dalam perdagangan aset kripto. Dijelaskan secara sederhana untuk pemula, termasuk alasan order tidak tereksekusi dan risikonya.
Ulasan OKJ: Platform Pertukaran Kripto untuk Pemula di Jepang
Pelajari tentang OKJ, platform pertukaran kripto yang cocok untuk pemula di Jepang. Dapatkan wawasan tentang fitur, biaya, dan cara memulainya dengan aman.
